Rabu, 04 Juli 2012

Kutipan Teori Mata kuliah evaluasi dan supervisi


TUGAS KUTIPAN
MATA KULIAH EVALUASI DAN SUPERVISI
EVALUASI DAN SUPERVISI GURU PROPESIONAL
DOSEN PENGAMPUH ; PROF. DR. H. MUKHTAR. M.PD






OLEH :
N A M A                           :  HASIB KARIMUDDIN. SY
N I M                                :  P.p.211.1.1383
PRODI                              :  PENDIDIKAK ISLAM
KONSENTRASI   :  TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM PASCA SARJANA
TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM IAIN STS JAMBI
TAHUN 2011/2012

DAFTAR PUSTAKA

Sukidin, Basrowi, Suranto, Manejemen Penelitian Tindakan Kelas, Insan Cendikia, 2008     Suharsimin Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Penidikan,Bumi Aksara,2009              Sumiati, Esra,  Metode Pembelajaran, Wivana  Prima,Bandung,2007   Nurdin, Syafruddin, Guru Profesional. PT. Ciputat Press. Cet. III. Jakarta. 2005                                                                                                                 Suharsimi Arikunto , Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan ,2007, Bumi Aksara,Jakarta                                                                                                                 Piet A Sahertian, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2008)                                                                                                            Martinis Yamin, Maisah, Standaarisasi kinerja guru, GPS, 2008,Jakarta                 Suhardan Dadang (2007), Supervisi Bantuan Profesional, Mutiara Ilmu Bandung Martinis Yamin, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, GPS Jakarta, 2010 Trianto, 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana.                                                                          Suara Daerah Edisi Oktober 2007                                                                   Depdiknas  Pusat (1994)                                                                                                Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemforer, suatu tinjauan Konseptual Operasional, Bumi Aksara, 2008                                                                              Townsend, Diana & Butterworth. 1992. Your Child's Scholl. New York: A Plime Book                                                                                                                                     Mukhtar dan Iskandar, Orientasi Baru Supervisi Pendidikan (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009)                                                    http://www.slideshare.net/soeh20/pentingnya-supervisi-pendidikan-sebagai-upaya-peningkatan-profesionalisme
Menurut Sukidin,Basrowi,Suranto, Manejemen Penelitian Tindakan Kelas, Insan Cendikia,2008, : Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik.[1]

Menurut  Sumiati, Esra, Metode Pembelajaran,Wivana Prima,Bandung,2007 : Secara umum belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan prilaku interaksi individu denganlingkungan[2].                               

Menurut Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan :  di­tegaskan bahwa pendidik guru harus memiliki kompetensi sebagai agen pem­belajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini. Arahan normatif tersebut yang me­nyatakan bahwa guru sebagai agen pem­belajaran menunjukkan pada harapan, bahwa guru merupakan pihak pertama yang paling bertanggung jawab dalam pentransferan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.[3]


Menurut  Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontenforer, suatu tinjauan Koneseptual Operasional, Bumi Aksara, 2008 : guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek “guru” dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang profesional.[4]

Menurut Sumiati, Esra, Metode Pembelajaran,Wivana Prima,Bandung,2007.: Evaluasi merupakan sala satu komponen pengukuran derajat keberhasilan pencapaian tujuan, dan keefeektifan proses pembelajaran yang dilaksanakan.[5]

Menurut  Martinis Yamin, Maisah, Standaarisasi kinerja guru, GPS, 2008,Jakarta : Evaluasi merupakan pengukuran ketercapaian program kependidikan, perencanaan suatu program substansiprogram pendidikan termasuk program kurikulum dan pelaksanaanya, pengadaan dan peningkatan kemampuan guru mengolah pendidikan dan reformasi pendidikan secara keseluruhan.[6]

Menurut  Sukidin,Basrowi,Suranto, Manejemen Penelitian Tindakan Kelas, Insan Cendikia,2008 : Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting yaitu, input, transformasi dan output. Input adalah peserta didik yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran.[7]
Teknik evaluasi digolongkan menjadi 2, teknik tes dan teknik non Tes                                                                                                                  1. Teknik non tes meliputi ; skala bertingkat, kuesioner, daftar cocok, wawancara, pengamatan, riwayat hidup.[8]
2. Teknik tes.[9] Dalam evaluasi pendidikan terdapat 3 macam tes yaitu :
a. Tes Lisan         
b. Tes Perbuatan
c.  Tes Tertulis
Menurut Suharsimin Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Penidikan,Bumu Aksara,2009. Tes adalah serentetan  pertanyaan atau latihan atau alat lain yang di gunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok [10]
Menurut Mukhtar dan Iskandar, Orientasi Baru Supervisi Pendidikan (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009) : Misi pendidikan nasional adalah sebagai berikut: (1) mengupayakan perluasan dan pemerataan penempatan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu  bagi seluruh rakyat Indonesia. (2) meningkatkan mutu pendidikan yang memiliki daya saing di tingkat nasional (3) meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan tantang global (4) membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secaa utuh sejak dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. (5) meningkatkan kesiapan masukan  kepribadian yang bermoral. (6) meingkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap dan nilai berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks negara kesatuan republik indonesia[11]

Menurut Piet A Sahertian, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2008)  : Supervisi adalah sebuah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin komponen-komponen sekolah untuk memperbaiki pengajaran, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru, merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran metode mengajar dan mengevaluasi pembelajaran. Bantuan yang diberikan oleh seorang supervisor bertujuan untuk memperbaiki situasi belajar mengajar yang lebih baik. Situasi belajar mengajar di sekolah bergantung pada ketrampilan supervisor.[12]

Menurut Suharsimi Arikunto, Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi),Bumi Aksaram,2007  : layanan supervisi  mencakup seluruh aspek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran.[13]
Menurut : Suharsimi Arikunto, Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi),Bumi Aksaram  : Istilah supervisi pendidikan dapat dijelaskan baik menurut asal usul (etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik).
      1)   Etimologi
Istilah supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.[14]
      2)   Morfologis
Supervisi dapat dijelaskan menurut bentuk perkataannya. Supervisi terdiri dari dua kata.Super berarti atas, lebih. Visi berarti lihat, tilik, awasi. Seorang supervisor memang mempunyai posisi diatas atau mempunyai kedudukan yang lebih dari orang yang disupervisinya.[15]
      3)   Semantik
 Pada hakekatnya isi yang terandung dalam definisi yang rumusanya tentang sesuatu tergantung dari orang yang mendefinisikan. Wiles secara singkat telah merumuskan bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi mengajar belajar agar lebih baik. Adam dan Dickey merumuskan supervisi sebagai pelayanan khususnya menyangkut perbaikan proses belajar mengajar.[16] Sedangkan Depdiknas (1994) merumuskan supervisi sebagai berikut : “ Pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik “[17].
         Menurut Nurdin, Syafruddin,  Guru Profesional. PT. Ciputat Press. Cet. III. Jakarta. 2005 :: Supervisi dapat kita artikan sebagai pembinaan. Sedangkan sasaran pembinaan tersebut bisa untuk kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha. Namun yang menjadi sasaran supervisi diartikan pula pembinaan guru[18]
Menurut  Suhardan Dadang, Supervisi Bantuan Profesional, Mutiara Ilmu Bandung.2007 : Kegiatan supervisi pengajaran merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan dalam penyelenggaraan pendidikan.[19]
Menurut Depdiknas Pusat,2004,Jakarta : Secara umum ada 2 (dua) kegiatan yang termasuk dalam kategori supevisi pengajaran, yakni:
1.   Supervsi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada guru-guru.
Secara rutin dan terjadwal Kepala Sekolah melaksanakan kegiatan supervisi kepada guru-guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang dilaksanakan. Dalam prosesnya, kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. Guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencana pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran yang dilakukan guru. Saat kegiatan supervisi berlangsung, kepala sekolah menggunakan leembar observasi yang sudah dibakukan, yakni Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG terdiri atas APKG 1 (untuk menilai Rencana Pembelajaran yang dibuat guru) dan APKG 2 (untuk menilai pelaksanaan proses pembelajaran) yang dilakukan guru.
      2.   Supervisi yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah kepada Kepala Sekolah dan guru-guru untuk meningkatkan kinerja.
Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh Pengawas Sekolah yang bertugas di suatu Gugus Sekolah. Gugus Sekolah adalah gabungan dari beberapa sekolah terdekat, biasanya terdiri atas 5-8 Sekolah Dasar. Hal-hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervisi untuk memantau kinerja kepala sekolah, di antaranya administrasi sekolah, meliputi:                                                                        
a.      Bidang Akademik, mencakup kegiatan:
1)      Menyusun program tahunan dan semester,
2)      Mengatur jadwal pelajaran,
3)      Mengatur pelaksanaan penyusunan model satuan pembelajaran,
4)      Menentukan norma kenaikan kelas,
5)      Menentukan norma penilaian,
6)      Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar,
7)      Meningkatkan perbaikan mengajar,
8)  Mengatur kegiatan kelas apabila guru tidak hadir, dan
9)  Mengatur disiplin dan tata tertib kelas.
b.  Bidang Kesiswaan, mencakup kegiatan:
1)  Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan
     penerimaan siswa baru,
2)   Mengelola layanan bimbingan dan konseling,
3)   Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa, dan
4)   Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler.
c.    Bidang Personalia, mencakup kegiatan:
1)    Mengatur pembagian tugas guru,
2)    Mengajukan kenaikan pangkat, gaji, dan mutasi guru,
3)    Mengatur program kesejahteraan guru,
4)    Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru, dan
5)    Mencatat masalah atau keluhan-keluhan guru.
d.    Bidang Keuangan, mencakup kegiatan:
1)    Menyiapkan rencana anggaran dan belanja sekolah,
2)    Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah,
3)    Mengalokasikan dana untuk kegiatan sekolah, dan
4)    Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
e.   Bidang Sarana dan Prasarana, mencakup kegiatan:
1)   Penyediaan dan seleksi buku pegangan guru,
2)   Layanan perpustakaan dan laboratorium,
3)   Penggunaan alat peraga,
4)   Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah,
5)   Keindahan dan kebersihan kelas, dan
6)   Perbaikan kelengkapan kelas.
f.    Bidang Hubungan Masyarakat, mencakup kegiatan:
1.   Kerjasama sekolah dengan orangtua siswa,
2.   Kerjasama sekolah dengan Komite Sekolah,
3.   Kerjasama sekolah dengan lembaga-lembaga terkait, dan
4.   kerjasama sekolah dengan masyarakat sekitar[20].

Menurut  Balitbang Depdiknas. 2001. Data Standardisasi Kompetensi Guru  : Guru yang profesional adalah mereka yang memiliki kemampuan profesional dengan berbagai kapasitasnya sebagai pendidik[21]

Menurut Nurdin, Syafruddin,Guru Profesional. PT. Ciputat Press. Cet. III. Jakarta. 2005 :  Guru yang profesional amat berarti bagi pembentukan sekolah unggulan. Guru profesional memiliki pengalaman mengajar, kapasitas intelektual, moral, keimanan, ketaqwaan, disiplin, tanggungjawab, wawasan kependidikan yang luas, kemampuan manajerial, trampil, kreatif, memiliki keterbukaan profesional dalam memahami potensi, karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik, mampu mengembangkan rencana studi dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum.[22]
Menurut Suara Daerah Edisi Oktober 2007 : Dapat dilihat daftar pengunjung di perpustakaan sekolah maupun di perpustakaan umum, jarang sekali guru memberi contoh untuk mengunjungi perpustakaan secara rutin. Lebih banyak pengunjung yang berseragam sekolah daripada berseragam PSH. Kita masih harus “Khusnudhon” bahwa dirumah mereka berlangganan koran harian yang siap disantap setiap pagi.[23]

Menurut Sukidin,Basrowi, Suranto, Manejemen Penelitian Tindakan Kelas, Insan Cendikia,2008 :Educational Leadership edisi Maret 1933 menurunkan laporan mengenai tuntutan guru professional Untuk menjadi professional, seorang guru dituntut memiliki lima hal, yakni:
1)  Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya.
2)   Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada siswa. Bagi guru, hal ini meryupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
3)   Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar.
4)  Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamannya. Artinya, harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Untuk bisa belajar dari pengalaman, ia harus tahu mana yang benar dan salah, serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa.
5)  Guru seyogianya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam      lingkungan profesinya, misalnya PGRI dan organisasi profesi lainnya
Dalam konteks yang aplikatif, kemampuan professional guru dapat diwujudkan dalam penguasaan sepuluh kompetensi guru, yang meliputi: 1)   Menguasai bahan, meliputi: a) menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum, b) menguasai bahan pengayaan/penunjang bidang studi. 2)   Mengelola program belajar-mengajar, meliputi: a) merumuskan tujuan pembelajaran, b) mengenal dan menggunakan prosedur pembelajaran yang tepat, c) melaksanakan program belajar-mengajar, d) mengenal kemampuan anak didik.                                                                                3)   Mengelola kelas, meliputi: a) mengatur tata ruang kelas untuk pelajaran, b) menciptakan iklim belajar-mengajar yang serasi.       4)   Penggunaan media atau sumber, meliputi: a) mengenal, memilih dan menggunakan media, b) membuat alat bantu yang sederhana, c) menggunakan perpustakaan dalam proses belajar-mengajar, d) menggunakan micro teaching untuk unit program pengenalan lapangan.     5)  Menguasai landasan-landasan pendidikan. 6)  Mengelola interaksi-interaksi  belajar-mengajar  7)  Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pelajaran.  Mengenal fungsi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, meliputi: a) mengenal fungsi dan layanan program bimbingan dan konseling, b) menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling 9)  Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah 10) Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian  pendidikan.[24]

Menurut Townsend, Diana & Butterworth. 1992. Your Child's Scholl. New York: A Plime Book : Proses pendidikan yang bermutu ditentukan oleh berbagai unsur dinamis yang akan ada di dalam sekolah itu dan lingkungannya sebagai suatu kesatuan sistem. Sepuluh faktor penentu terwujudnya proses pendidikan yang bermutu, yakni:                                                                                                                                     
1)      keefektifan kepemimpinan kepala sekolah                                                             2)      partisipasi dan rasa tanggung jawab guru dan staf                                           3)      proses belajar-mengajar yang efektif,                                                               4)      pengembangan staf yang terpogram,                                                                  5)      kurikulum yang relevan,                                                                                                   6)      memiliki visi dan misi yang jelas,                                                                                  7)      iklim sekolah yang kondusif,                                                                                         8)      penilaian diri terhadap kekuatan dan kelemahan,                                     9)     komunikasi efektif baik internal maupun eksternal, dan                              10)    keterlibatan orang tua dan masyarakat secara instrinsik.[25]

Menurut Trianto, M.Pd. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana. Simak saja label-label perubahan yang dewasa ini berseliweran dalam dunia pendidikan nasional (kadang-kadang dipahami secara beragam): manajemen berbasis sekolah (school based management), peningkatan mutu berbasis sekolah (school based quality improvement), kurikulum berbasis kompetensi (competence based curriculum), pengajaran/pelatihan berbasis kompetensi (competence based teaching/training), pendidikan berbasis luas (broad based education), pendidikan berbasis masyarakat (community based education), evaluasi berbasis kelas (classroom based evaluation), evaluasi berbasis siswa (student based evaluation) dikenal juga dengan evaluasi portofolio, manajemen pendidikan berbasis lokal (local based educational management), pembiayaan pendidikan berbasis masyarakat (community based educational financing), belajar berbasis internet (internet based learning), kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan entah apa lagi.[26]

Menurut Fullan & Stiegerbauer.1991. The New Meaning of Educational Change. Boston: Houghton Mifflin Company.Dalam “The New Meaning of Educational Change” :mencatat bahwa setiap tahun guru berurusan dengan sekitar 200.000 jenis urusan dengan karakteristik yang berbeda dan itu merupakan sumber stres bagi mereka. Mungkin tak aneh bila dilaporkan banyak guru mengalami stres dan jenuh.[27]

Menurut http://www.slideshare.net/soeh20/pentingnya-supervisi-pendidikan-sebagai-upaya-peningkatan-profesionalisme                          : Teori difusi inovasi akan segera tahu bahwa setiap perubahan atau inovasi dalam bidang apa pun, termasuk dalam pendidikan, memerlukan tahap-tahap yang dirancang dengan benar sejak ide ikembangkan hingga dilaksanakan”[28]

Menurut Depdiknas  Pusat (1994) :                                                                              I.  Format penilaian Guru Profesional[29]
1. Format Penilaian Kinerja Guru dalam Perencanaan Pembelajaran
(Skala Nilai 1 4)
Nama Guru : ..............................................................
Mata Pelajaran : ..............................................................
Pokok Materi : ..............................................................
Kelas/Semester : ..............................................................

No Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Nilai *)
1. Tujuan Pembelajaran
a. Standar Kompetensi
b. Indikator
c. Ranah Tujuan (komprehenship)
d. Sesuai dengan Kurikulum
2. Bahan Belajar/Materi Pelajaran
a. Bahan belajar mengacu/sesuai dengan tujuan
b. Bahan belajar disusun secara sistematis
c. Menggunakan bahan belajar sesuai dengan kurikulum
d. Memberi Pengayaan
3. Strategi/Metode Pembelajaran
a. Pemilihan metode disesuaikan dengan tujuan
b. Pemilihan metode disesuaikan dengan materi
c. Penentuan langkah-langkah proses pembelajaran berdasarkan
    metode yang digunakan
d. Penataan alokasi waktu proses pembelajaran sesuai dengan proporsi.
e. Penetapan metode berdasarkan pertimbangan kemampuan siswa.
f. Memberi pengayaan
4. Media Pembelajaran
a. Media disesuaikan dengan tujuan pembelajaran
b. Media disesuaikan dengan materi pembelajaran
c. Media disesuaikan dengan kondisi kelas
d. Media disesuaikan dengan jenis evaluasi
e. Media disesuaikan dengan kemampuan guru
f. Media disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan siswa
5. Evaluasi
a. Evaluasi mengacu pada tujuan
b. Mencantumkan bentuk evaluasi
c. Mencantumkan jenis evaluasi
d. Disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia
e. Evaluasi disesuaikan dengan kaidah evaluasi
Total Nilai     Nilai RPP (R)*) Skala Nilai              .                                                                                                                                                                                   .Penilai/Evaluator

(...........................................)                                                                                         NIP.
Kriterai Penilaian:
Nilai 4 jika semua deskriptor tampak
Nilai 3 jika hanya 3 deskriptor yang tampak
Nilai 2 jika hanya 2 deskriptor yang tampak
Nilai 1 jika hanya 1 deskriptor yang tampak
Nilai 0 jika tidak ada deskriptor yang tampak
2. Format Penilaian Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran
(Skala 0 4)
Nama Guru : .........................................................
Mata Pelajaran : .........................................................
Pokok Materi : .........................................................
Kelas/Semester : .........................................................
Waktu : .........................................................

No. Penampilan Guru Skors *)
1. Kemampuan Membuka Pelajaran
a. Menarik Perhatian siswa
b. Memberikan motivasi awal
c. Memberikan apersepsi (kaitan materi yang sebelumnya dengan materi yang 
    akan disampaikan)
d. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan
e. Memberikan acuan bahan belajar yang akan diberikan
2. Sikap Guru dalam Proses Pembelajaran
a. Kejelasan artikulasi suara
b. Variasi Gerakan badan tidak mengganggu perhatian siswa
c. Antusisme dalam penampilan
d. Mobilitas posisi mengajar
3. Penguasaan Bahan Belajar (Materi Pelajaran)
a. Bahan belajar disajikan sesuai dengan langkah-langkah yang direncanakan
 dalam RPP
b. Kejelasan dalam menjelaskan bahan belajar (materi)
c. Kejelasan dalam memberikan contoh
d. Memiliki wawasan yang luas dalam menyampaikan bahan belajar
4. Kegiatan Belajar Mengajar (Proses Pembelajaran)
a. Kesesuaian metode dengan bahan belajar yang disampaikan
b. Penyajian bahan belajaran sesuai dengan tujuan/indikator yang telah   
    ditetapkan
c. Memiliki keterampilan dalam menanggapi dan merespon pertanyaan  siswa.
d. Ketepatan dalam penggunaan alokasi waktu yang disediakan
5. Kemampuan Menggunakan Media Pembelajaran:
a. Memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan media
b. Ketepatan/kesusian penggunaan media dengan materi yang                        disampaikan
c. Memiliki keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran
d. Membantu meningkatkan perhatian siswa dalam kegiatan pembelajaran
6. Evaluasi Pembelajaran
a. Penilaian relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan
b. Menggunakan bentuk dan jenis ragam penilaian
c. Penilaian yang diberikan sesuai dengan RPP
7. Kemampuan Menutup Kegiatan Pembelajaran:
a. Meninjau kembali materi yang telah diberikan
b. Memberi kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.
c. Memberikan kesimpulan kegiatan pembelajaran

8. Tindak Lanjut/Follow up
a. Memberikan tugas kepada siswa baik secara individu maupun
    kelompok
b.Menginformasikan materi/bahan belajar yang akan dipelajari berikunya.
c. Memberikan motivasi untuk selalu terus belajar
   Penilai,

  (.......................................)
  NIP

Jumlah Skors Aspek Nilai Penampilan                                  
Nilai Akhir : 2R + 3T = 5                         
*) Skala nilai 0 4 Kriterai Penilaian:
Nilai 4 jika semua deskriptor tampak
Nilai 3 jika hanya 3 deskriptor yang tampak
Nilai 2 jika hanya 2 deskriptor yang tampak
Nilai 1 jika hanya 1 deskriptor yang tampak
Nilai 0 jika tidak ada deskriptor yang tampak

3. Format Penilaian Pelaksanaan Membuka dan Menutup          Pembelajaran
Nama Guru :……………….. Pokok Materi : …………………….
Hari/Tanggal : …………….… Kelas/Smt : .................................

No Aktivitas Guru Skor
Kegiatan Membuka Pembelajaran
1. Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa                                  1 2 3 4
2. Memulai pembelajaran setelah siswa siap untuk belajar                    1 2 3 4
3. Menjelaskan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari          1 2 3 4
4. Melakukan Appersepsi (mengkaitkan materi yang disajikan dengan   
   materiyang telah dipelajari sehingga terjadi kesinambungan)              1 2 3 4
5.   Kejelasan hubungan antara pendahuluan dan inti pelajaran dilakukan   semenarik mungkin                                                                 1 2 3 4

Kegiatan Menutup Pembelajaran
1. Kemampuan menyimpulkan KBM dengan tepat                                1 2 3 4
2. Kemampuan menggunakan kata-kata pujian                                     1 2 3 4
3. Kemampuan memberikan evaluasi lisan maupun tulisan                  1 2 3 4
4.Kemampuan memberikan tugas yang sifatnya memberikan pengayaan,
  dan pendalaman                                                                                    1 2 3 4
 Komentar/Saran...........................................................................................
Total Skors 
     Penilai,

(.......................................)
NIP                                                                                                                                                                                          

4.  Format Penilaian Pelaksanaan Variasi Stimulus Pembelajaran
Nama Guru :……………….. Pokok Materi : ……………………......
Hari/Tanggal : ……………… Kelas/Smt : ......................................
No Aktivitas Guru Skors
Kegiatan Variasi Pembelajaran

1. Gerak bebas guru                                                                                1 2 3 4
2. Isyarat guru (tangan, badan, wajah)                                                    1 2 3 4
3. Suara guru (variasi kecepatan/besar kecil/intonasi)                           1 2 3 4
4. Pemusatan perhatian pada murid (penekanan pada hal yang      
   pentingpenting    verbal/gestural)                                                          1 2 3 4
5. Pola interaksi (guru-kelompok/guru-murid/murid-murid)                    1 2 3 4
6. Pause/diam sejenak (untuk memberi kesempatan pada murid untuk
    berpikir, memberi penekanan, memberi perhatian)                            1 2 3 4
7. Penggantian indera penglihat/pendengar (dalam menggunakan media
    pembelajaran)                                                                                      1 2 3 4
    Komentar/Saran...........................................................................................                                                                                                                                               
                                                                                                TotalSkors                                                                                                                      Penilai,

(................................)
            NIP

5.  Format Penilaian Pelaksanaan Keterampilan Bertanya
Nama Guru :……………….. Pokok Materi : ……………………......
Hari/Tanggal : ……………… Kelas/Smt : ......................................

No Aktivitas Guru Skors
Keterampilan Bertanya
1. Kejelasan pertanyaan yang disampaikan guru.                                  1 2 3 4
2. Kejelasan hubungan antara pertanyaan guru dengan masalah yang
    dibicarakan.                                                                                         1 2 3 4
3.    Pertanyaan ditujukan ke seluruh kelas lebih dahulu, baru                                   satu siswa.                                                                                                1 2 3 4
4.  Pemberian waktu berpikir untuk bertanya dan menjawab                 1 2 3 4
5.  Pendistribusian pertanyaan secara merata diantara siswa.               1 2 3 4
6. Pemberian tuntunan: *)                                                                        1 2 3 4
a. Pengungkapan pertanyaan dengan cara lain.
b. Mengajukan pertanyaan lain yang lebih sederhana.
c. Mengulangi penjelasan-penjelasan sebelumnya.
*)  Amati salah satu cara yang muncul.                                                 
Komentar/Saran......................................................................................................
.Total Skors
Penilai,

(.................................)
             NIP

6Format Penilaian Memberikan Penguatan
Nama Guru : ……………….. Pokok Materi : …….………………..
Hari/Tanggal : ……………..… Kelas/Smt : ...................................

No Aktivitas Guru Skors
A. Penguatan Verbal
1. Mengucapkan kata-kata benar, bagus, tepat, dan bagus sekali bila  
    murid menjawab/mengajukan pertanyaan.                                         1 2 3 4
2. Mengucapkan kalimat pekerjaanmu baik sekali, saya senang dengan
   pekerjaanmu, pekerjaanmu makin lama makin baik, pikir dulu, dan lihat
   lagi, untuk membesarkan hati dan memberikan dorongan.                 1 2 3 4
B. Penguatan Non Verbal
1. Penguatan berupa senyuman, anggukan, pandangan yang ramah, atau  gerakan badan.                                                                                1 2 3 4
2. Penguatan dengan cara mendekati.                                                   1 2 3 4
3. Penguatan dengan sentuhan.                                                  1 2 3 4
4. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan.                            1 2 3 4
5. Penguatan  memberikan hadiah yang relevan dan rasional               1 2 3 4

Komentar/Saran...........................................................................................
Total Skors
Penilai,

( .......................................)
NIP





           





[1] Sukidin,Basrowi,Suranto, Manejemen Penelitian Tindakan Kelas, Insan Cendikia,2008,hal-138.
[2], Sumiati, Esra, Metode Pembelajaran,Wivana Prima,Bandung,2007,hlm.38
[3] Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar tenaga pendidik
[4] . Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontenforer, suatu tinjauan Koneseptual Operasional, Bumi Aksara, 2008
[5] , Sumiati, Esra, Metode Pembelajaran,Wivana Prima,Bandung,2007,hlm.7
[6] Martinis Yamin, Maisah, Standaarisasi kinerja guru, GPS, 2008,Jakarta,hal 59.
[7] Sukidin,Basrowi,Suranto, Manejemen Penelitian Tindakan Kelas, Insan Cendikia,2008,hal-138
[8] Sukidin,Basrowi,Suranto, Manejemen Penelitian Tindakan Kelas, Insan Cendikia,2008,hlm 203
[9] Sukidin,Basrowi,Suranto, Manejemen Penelitian Tindakan Kelas, Insan Cendikia,2008,hlm. 205
[10]  Suharsimin Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Penidikan,Bumu Aksara,2009,hlm, 32
[11] Mukhtar dan Iskandar, Orientasi Baru Supervisi Pendidikan (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), hlm. 17
[12] Piet A Sahertian, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm.17
[13] Suharsimi Arikunto, Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi),Bumi Aksaram,2007,Jakarta
[14] Ibid
[15] .Ibid
[16] Ibid
[17] Depdiknas (1994)
[18] Nurdin, Syafruddin,  Guru Profesional. PT. Ciputat Press. Cet. III. Jakarta. 2005,hal 55
[19] Suhardan Dadang, Supervisi Bantuan Profesional, Mutiara Ilmu Bandung.2007 hal 112





[20] Depdiknas Pusat,2004,Jakarta
[21] Balitbang Depdiknas. 2001. Data Standardisasi Kompetensi Guru.
[22].Nurdin, Syafruddin,Guru Profesional. PT. Ciputat Press. Cet. III. Jakarta. 2005
[23] Suara Daerah Edisi Oktober 2007
[24] Sukidin,Basrowi, Suranto, Manejemen Penelitian Tindakan Kelas, Insan Cendikia,2008,hal,2
[25] Townsend, Diana & Butterworth. 1992. Your Child's Scholl. New York: A Plime Book
[26] Trianto, M.Pd. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana.
[27]. Fullan & Stiegerbauer.1991. The New Meaning of Educational Change. Boston: Houghton Mifflin Company.
[28] http://www.slideshare.net/soeh20/pentingnya-supervisi-pendidikan-sebagai-upaya-peningkatan-profesionalisme
[29] Depdiknas  Pusat (1994)

1 komentar:

  1. Thanks for the post, In this complex environment business need to present there company data in meaningful way.So user easily understand it .Sqiar (http://www.sqiar.com/benefits-of-using-tableau-software/) which is in UK,provide services like Tableau and Data Warehousing etc .In these services sqiar experts convert company data into meaningful way.

    BalasHapus